Sunday, July 15, 2007

KERIS



The most famous pusaka or heirloom for Javanese people is Keris (dagger). In the ancient time, a man is not considered as a real man if he has no keris. The keris is highly valued, treated and respected with special care.

This pusaka is usually inherited from fore fathers. According to Javanese ancient tradition, especially in the court families, a father was obliged to give to his adult son at least a keris.
In general, keris is divided to two important parts, the blade (Wilah) and the scabbard (Warangka), to protect the blade. The process of the making of the blade in the old days may last one year only for one keris. The keris maker is called an Empu. Only the respectable Empus could make a high quality keris, physically and spiritually. Empu has to do some spiritual deeds to prepare a keris, like fasting, not sleeping for several days and nights, meditation, etc.

In Principle, a keris is a personal sacred weapon, it is made by an Empu, in accordance with the wish of the consumer. The manufacturing of keris is complicated, for short as the following :
At workshop with good fire plate to case the row materials such as 5 kg iron plate, measuring; 4 cm wide, 2 cm thick, 15 cm long; 50 gr of nickel and 0,5 kg of steel. The iron is heated until it become smaller, it forges again and again. The 5 kg iron become 2 kg forged iron. The nickel inserted in between the forged iron, smolder them, forged them carefully to produce the desired 'pamor' or surface pattern. Afterward the steel sheet, together with above forged iron and nickel, smolder and forge again.

The Physical Characteristic of Keris :
Keris Lurus (straight Keris) and Keris Luk (curved keris)
DapurDapur or shape is the keris specific form or type and identified by particular combination of parts and curved (luk). The meaning of dapur is based on certain standard which is called Pakem Dapur Keris. The names of dapur among other :
Sangga Buwono
Jangkung Mangkurat
Pasopati
Tilam Upih
Sengkelat
Jalak Nyucup Madu
Etc.
TangguhTangguh is the estimated era of keris making. It is linked with prominent kingdoms, such as ;
Tangguh Kahuripan of XI AD
Tangguh Singasari of XII AD
Tangguh Pajajaran of XIII AD
Tangguh Majapahit of XIV AD
Tangguh Mataram of XIV - XVI AD
Tangguh Kartosuro
Tangguh Surokarto
Tangguh Yogyakarta
Etc.
PamorSurface pattern of a keris blade, the design has not been carved, it appears as a result of forging technique of different metals.Some pamor's name are :
Ilining Warih
Wos Wutah
Lintang Kemukus
Udan Mas
Mlati Sumebar
The magical Power of Keris
Despite its physical characteristic, keris contain a spiritual mission.
The original spiritual power is the wishes of the Empu, the maker. While preparing and making a keris, the Empu, in the holy state, solemnly pray to God Almighty, the keris should contain spiritual wishes as requested by the Empu or the consumer.It depends who is going to use the keris, the mission should be different, for instance, for the kings, begawans (priest), generals, high ranking officials, farmers, traders, fishermen, workers, soldiers, etc. So, it could be easy to understand that a keris which good for king , may be not good for a trader.
The Additional and/or Other Spiritual Power of Keris.The keris could be filled with spiritual beings, unseen by ordinary people, such as a genie, (jin or qodam) in order to protect or to help the keris owner.
Definition of a Good Keris
A keris is considered 'good' if it has perfect physical characteristics and at the same time contains good and strong spiritual power.
Menayuh Keris
As it has been explained above, that keris is originally a very personal heirloom, fit only for the owner.
Nowadays, there are a lot of keris in the market for sale, the term used is not buying and selling, but Mas Kawin (Bride price).
How could someone know that a keris should be fit for buyer ?The keris should be tayuh (asked), what is its missions, who is the Empu, etc, of course by an expert in this field who has ability to communicate with a keris.



Source

Friday, March 16, 2007

Wednesday, March 14, 2007

IG2S Kerma PT Telkom dan SMK 2 Kendal

PT. Telkom Kabupaten Kendal bekerja sama dengan SMK 2 Kendal dalam Cross Program IG2S (Internet Goes to School) dan IG2G (Internet Goes to Goverment) selama tahun 2007 (Februari-Desember).

SMK 2 Kendal yang menjadi sekolah bertaraf Internasional dengan Kepala Sekolah Bapak Drs. Sodiq Purwanto, M.Pd. berusaha memberikan pelayanan yang terbaik buat edukasi masyarakat kabupaten kendal dalam rangka menyebar luaskan teknologi informasi dan komunikasi. sejalan dengan itu Kepala Telkom Bapak Adang P Berharap dengan cross program ini dapat memberikasn edukasi rterhadap 1000 siswa dari SMP, SMA dan SMK dan kalangan pemerintahan di Kabupaten Kendal.

Berikut Foto-foto kegiatan pelatigan IG2S di SMK 2 Kendal (menyusul)

Thursday, December 28, 2006

ONE DAY SEMINAR

Sabtu 16 Desember 2006 yang lalu, kami mengadakan one day seminar dengan tema "PENCEAHAN MAL PRAKTEK PENDIDIKAN DENGAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN" dengan mendatangkan dua pakar psikologi dari Universitas Negeri Semarang.
Kami memilih kata Mal Praktek (yang biasanya diguakan dalam bidang kesehatan) dengan tujuan agar materi ini dapat direspon oleh masyarakat pemerhati pendidikan sekaligus oleh badan-badan yang berkecimpung dalam pendidikan.
Tema tersebut diangkat unuk menyikapi terjadinya beberapa kasus yang sempat tersapu oleh kamera di televisi.
Dalam seminar tersebut juga dipaparkan dengan lugas oleh para pembicara yang kapabilitas nya tidak diragukan dalam psikologi perkembangan yaitu Drs. Sugeng Hariyadi, M.S., dan Dra. Sri Maryati Deliana, M.Si.
Dalam seminar tersebut dibahas tentang faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya mal praktek penddikan diantaranya kurangnya kemampuan guru menguasai materi psikologi perkembangan peserta didik, faktor kesejahteraan guru juga dapat menyebabkan mal praktek pendidikan. Diuraikan secara lugas bahwa kurangnya kesejahteraan guru juga salah satu faktor penyebab mal praktek pendidikan.
Hasil Seminar tersebut diantaranya adalah memberikan solisu-solusi menghindari mal Praktek pendidikan yaitu meningkatkan kepahaman guru dalam perkembangan anak dan meningkatkan kesejahteraan guru.

semoga dengan seminar tersebut dapat memberikan pencerahan terhadap pendidikan yang benar dan terarah.

Sunday, December 10, 2006

SELAMAT MENUNAIKAN TUGAS DI TEMPAT YANG BARU

Kami mengucapkan Selamat jalan selamat menunaikan tugas di tempat yang baru kepada Bapak Mohammad Ma'rufin (Kepala Kantor Cabang Telkom Kabupaten Kendal 2006-2006). Kami berterimakassih sekali kepada Bapak atas usaha-usaha bapak sehingga dapat mengubah wawasan berpikir kami yang tadinya kolokan menjadi lebih terbuka sehingga kami dapat memulai sesuatu yang baru menuju Kendal yang lebih maju.

Kami juga selalu memohon doa dari Bapak agar kami mampu melanjutkan prakarsa yang telah Bapak usahakan untuk kota kecil kami.

Terimakasih Bapak, Semoga di tempat yang baru (Bangka Belitung) bapak, keluarga dan masyarakat BABEL selalu mendapat lindungan dan kasih sayang dari Alloh swt.

Saturday, September 09, 2006

PELATIHAN INTERNET



Dalam rangka mensukseskan program Telkom Kacandatel Kendal yang diantaranya adalah IG2S (Internet goes to school) PT Telkom Kacandatel Kendal memberikan pelatihan internet gratis kepada warga kabupaten Kendal. Pelatihan tersebut dilaksanakan tiap hari yang diikuti dari komunitas pendidikan dan ormas di wilayah kabupaten kendal.
Materi Pelatihan tersebut meliputi pengenalan internet, browsing, searching, mailling, chatting sampai pada setting connection dial-up dengan telkomnet instant.
Semoga dengan pelatihan tsb dapat memberikan manfaat pada masyarakat kendal menuju Cyber City Education community di wilayah kendal. copyrihgt. shofy2006.

Tuesday, August 15, 2006

Graduated, July 2006

Seputar Wisuda Juli 2006,

Last July 2006, ITB telah mewisuda mahasiswanya sebanyak 2014 mahasiswa, yang terdiri dari mahasiswa sarjana, magister dan doktoral.

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB berdiri tahun 2006, saat ini terdiri dari dua Program Studi, yaitu Program Studi Teknik Elektro, dan Program Studi Teknik Informatika.

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB memiliki sembilan Kelompok Keahlian yaitu: Teknik Ketenagalistrikan, Teknik Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali dan Komputer, Teknik Komputer, Teknik Biomedika, Teknologi Informasi, Rekayasa Lunak dan Data, Informatika.
Program Studi Teknik Elektro menawarkan program pendidikan sarjana (S1)-4 tahun, magister (S2)-2 tahun dan doktor (S3)-3 tahun. Sedangkan Program Studi Teknik Informatika menawarkan program pendidikan sarjana (S1)-4 tahun, dan magister (S2)-2 tahun. Secara garis besar, kurikulum pada program studi di STEI-ITB disusun atas matakuliah-matakuliah yang dapat dikelompokkan sebagai

* sains dasar (contoh: matematika, fisika, kimia),
* rekayasa dasar (contoh: termodinamika, mekanika, rangkaian listrik, dinamika sistem, algoritma pemrograman),
* rekayasa (perancangan, produksi, perawatan, analisis dan sintesis sistem),
* keahlian rekayasa,
* penunjang (humaniora, majemen, ekonomi).

Sasaran dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika adalah untuk menghasilkan lulusan yang mampu mengembangkan pengetahuan mereka, melakukan analisa dan sintesa di bidang ilmunya, bekerja dalam desain, penerapan, pengawasan dan proses, mampu melanjutkan studi lebih jauh, dan dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat.

sumber: www.stei.itb.ac.id